John Romero Dapat Penerbit Baru untuk Game Shooter yang Kehilangan Pendanaan Xbox

John Romero, sosok legendaris di balik DOOM dan Quake, membawa kabar positif mengenai masa depan proyek GAME shooter yang sebelumnya kehilangan pendanaan dari Xbox. Dalam wawancara di Gamescom Asia x Thailand Game Show 2026, pendiri Romero Games tersebut mengonfirmasi bahwa studionya berhasil mendapatkan penerbit baru untuk melanjutkan pengembangan permainan. Kesepakatan ini menjadi titik balik setelah perusahaan mengalami pengurangan tenaga kerja secara besar-besaran. Meski proyek awal tidak dapat diteruskan dalam bentuk semula, Romero kini mengembangkan konsep baru dengan tim lebih kecil. Identitas penerbit, judul resmi, dan jadwal peluncurannya masih belum diumumkan kepada publik.
John Romero Berhasil Mendapatkan Penerbit Baru untuk GAME Shooter
Kabar mengenai kelanjutan proyek shooter John Romero mendapat sorotan penggemar permainan FPS. Ketika berbicara kepada Video Games Chronicle pada 30 Oktober 2026, Romero menjelaskan bahwa studio miliknya telah menemukan penerbit pengganti. Perjanjian penerbitan tersebut diperoleh melalui Romero mendekati pihak yang memiliki hubungan bisnis dengannya. Kendati proses pencarian mitra membuahkan hasil, nama penerbit masih dirahasiakan. Romero juga belum menyampaikan jadwal pengumuman resmi. Dengan kondisi tersebut, masa depan pengembangan terlihat lebih jelas setelah melewati periode ketidakpastian.
Dukungan penerbitan yang akhirnya ditemukan tidak membuat seluruh rencana pengembangan awal dipertahankan. Pada kenyataannya, Romero memutuskan merancang ulang permainan yang lebih cocok untuk tim kecil. Langkah pengembangan ini menjadi penting setelah jumlah karyawan Romero Games menyusut secara signifikan. Walaupun begitu, konsep FPS tetap menjadi bagian utama. Kondisi tersebut memungkinkan pengembang menyusun mekanisme permainan baru. Untuk komunitas pencinta FPS klasik, pengumuman tersebut menunjukkan bahwa pengembangan belum berakhir.
Hilangnya Pendanaan Xbox Mengubah Masa Depan Romero Games
Sebelum mendapatkan penerbit baru, Romero Games mengalami persoalan serius setelah perjanjian penerbitan sebelumnya dibatalkan. Pihak yang berkaitan dengan pendanaan tersebut adalah Microsoft melalui Xbox. Pembatalan kerja sama memberikan dampak langsung terhadap operasional studio. Ketika proyek masih memiliki pendanaan, melibatkan sekitar 110 tenaga pengembang. Akan tetapi, ketidakpastian setelah pembatalan kerja sama membuat perusahaan harus melakukan pengurangan tenaga kerja. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan tentang keberlanjutan Romero Games.
Ketika dukungan finansial tidak lagi tersedia, studio mencoba menjaga keberadaan tim selama negosiasi untuk mendapatkan mitra baru. Meski berbagai upaya dilakukan, pemangkasan tenaga kerja tidak dapat dihindari. Setelah sebelumnya memiliki sekitar 110 anggota tim, studio sempat menyusut menjadi lima orang. Pengurangan tenaga kerja dalam skala tersebut membuat rencana permainan awal sulit dilanjutkan. Pendiri studio tersebut menyampaikan bahwa ukuran produksi awal tidak lagi sesuai dengan kapasitas perusahaan. Karena itu, konsep permainan harus dibangun kembali berdasarkan sumber daya yang tersedia.
Pengembangan Shooter Baru Mengandalkan Tim yang Lebih Kecil
Ketika kondisi pengembangan mulai membaik, Romero Games mulai membangun kembali kelompok pengembang. Pendiri perusahaan menjelaskan bahwa studio berhasil merekrut kembali sepuluh pekerja sebelumnya. Pengembang yang kembali bergabung memiliki pengalaman sebagai penanggung jawab sejumlah bagian produksi. Setelah proses penguatan tim, jumlah anggota studio mencapai sekitar 15 hingga 16 orang. Komposisi studio saat ini jauh lebih kecil dibandingkan sebelumnya. Kendati tim tidak lagi sebesar dahulu, Romero menilai susunan tersebut sesuai dengan kebutuhan proyek baru.
Dalam pandangan pengembang veteran tersebut, tim berukuran kecil memiliki keunggulan tersendiri dalam koordinasi pekerjaan sehari-hari. Para pemimpin tim yang direkrut ulang mengenal kebutuhan pengembangan. Berkat pengetahuan yang mereka miliki, koordinasi dapat dilakukan secara langsung. Romero juga menyampaikan bahwa ia merasa nyaman mengerjakan desain permainan secara aktif. Dalam struktur baru, Romero dapat menggunakan Unreal Editor secara langsung. Pendekatan tersebut memberikan keleluasaan dalam proses kreatif.
Proyek Romero Games Memanfaatkan Teknologi dan Aset Lama
Hal yang patut diperhatikan mengenai proyek Romero Games adalah pemanfaatan teknologi Unreal Engine versi 5.8. Dalam wawancara terpisah, Romero mengonfirmasi penggunaan mesin permainan tersebut. Meskipun konsep proyek mengalami perubahan besar, sejumlah aset pengembangan terdahulu masih digunakan. Perusahaan masih memiliki kendali terhadap IP, aset grafis, serta materi pengembangan. Keadaan tersebut memungkinkan tim menggunakan kembali aset yang tersedia. Oleh sebab itu, proyek baru tidak sepenuhnya dimulai dari nol.
Dari sisi gameplay, genre shooter masih menjadi dasar utama. Meski begitu, Romero ingin menghadirkan kebebasan eksplorasi. Sebagai gambaran, pengembang tersebut membandingkan pengalaman eksplorasi dengan The Legend of Zelda: Breath of the Wild. Contoh yang digunakan menggambarkan perjalanan yang dapat berubah karena penemuan baru. Pemain mungkin berencana menuju satu lokasi, tetapi penemuan menarik dapat mengalihkan perhatian. Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi bahwa GAME sepenuhnya open-world. Dengan demikian, pemain sebaiknya menunggu demonstrasi gameplay.
Penerbit Baru Berikan Kebebasan Kreatif kepada John Romero
Di samping berhasil menyelamatkan pengembangan, Romero Games juga menerima kebebasan kreatif. Berdasarkan keterangan pendiri studio, penerbit baru tidak memberikan tuntutan kreatif khusus. Kondisi tersebut dinilai sesuai dengan keinginan Romero. Dengan kebebasan tersebut, studio lebih bebas mengembangkan pengalaman GAME yang diinginkan. Romero juga mengungkapkan bahwa pengalaman sebelumnya membuatnya tidak ingin kembali pada pola penerbitan besar. Sikap tersebut berkaitan dengan keinginannya terlibat dalam pengembangan langsung.
Walaupun kebebasan kreatif merupakan keuntungan, keberhasilan proyek tetap memerlukan perencanaan matang. Struktur studio yang jauh lebih kecil perlu mengatur prioritas pekerjaan. Pertimbangan tersebut menegaskan pentingnya pengembangan dengan cakupan realistis. Pada dunia pengembangan permainan, cakupan permainan memengaruhi jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan. Dengan rancangan permainan yang lebih ringkas, studio dapat memusatkan perhatian pada fitur utama. Meski demikian, hasil akhirnya tetap perlu dinilai setelah permainan diperlihatkan.
Kesimpulan Masa Depan Shooter Baru John Romero
Kesepakatan penerbitan terbaru Romero Games menandai perubahan positif setelah hilangnya pendanaan dari Xbox. Meskipun proyek awal mengalami perubahan besar, studio berhasil membangun kembali tim inti. Bersama tim produksi yang lebih ringkas, Romero berfokus merancang pengalaman FPS berbeda. Pemanfaatan aset dari proyek sebelumnya memberikan fondasi bagi kelanjutan pengerjaan. Di sisi penerbitan, kebebasan kreatif yang diberikan mitra baru memungkinkan Romero menentukan arah permainan. Untuk saat ini, pemain belum memperoleh kepastian nama maupun waktu perilisan. Untuk komunitas pencinta GAME shooter, proyek ini menarik untuk terus dipantau. Sampaikan pandangan Anda tentang pengembangan GAME dengan tim kecil dan pendekatan FPS apa yang menurut Anda paling menarik.








